Selasa, 17 Juni 2008

Budaya antre saat BBM langka!




Musim euro telah memasuki perempat final, bbm langka, listrik sering padam tak membuat aku enggan menulis walau dengan keterbatasan wawasan dan pengetahuan.
Kuurungkan niatku untuk membayar tagihan listrik, karena toko online yang melayani pembayaran rekening sudah tutup.aku terus melaju mengarahkan rodadua butut kearah Banjarmasin dan melihat antrean begitu panjang. Ku perkirakan hampir satu kilometer jarak antara SPBU dengan aku berada saat itu.
“hmmmm….mungkin ini salah satu penyebab kelangkaan BBM di wilayahku”
Aku ikut memperpanjang antrean, karena siang tadi kudengar seorang teman telah membeli bensin di eceran dengan kisaran Rp.25.000,-/liternya.
“huuuuuhhhh….sebegitu parahkah kali ini, betapa tidak! Setelah pemerintah menaikkan harga BBM, apa-apa menjadi serba mahal!
Aku tak peduli! Seberapa lama aku harus menunggu malam ini, ikut antre maksudnya! Kulihat waktu telah menunjuk pada angka delapan lima belas menit.
Aku hanya menanti dan menanti sambil duduk di sepeda motor, sesekali ku majukan roda dua yang ku bawa agar semakin dekat dengan SPBU, hingga di belakang antreanku bertambah banyak.
Terdengar beberapa teriakan orang-orang yang ikut antre.
“ bensinnya habis dah! Bulikan ja gin!
“ wooiiii….jam sebelas tutup kita tidak kebagian!
“ biar haja, kada papa jua, masih panjang lagi antrean!
“ hadangi ja dulu, sampat ja tu”
Mereka bersahut-sahutan tanpa menghiraukan hal hal lain. Yang penting bagi mereka antre demi mendapatkan bensin malam ini. Hik…
Beberapa kali juga lampu penerangan di SPBU padam, sehingga menimbulkan kekhawatiran sebagian para pengantre, yup… jangan-jangan sudah habis beneran! Tu bensin.
Terlihat Mobil Tangki keluar dari SPBU, menandakan bahwa bensin barusan disuplay, dan itu membuat para pengantre tambah semangat menanti. Ada harapan untuk mendapatkan giliran walau itu masih lama.
Seorang pengatur antrean melakukan perintah kepada pengantre BBM untuk putar arah agar jalan tidak macet….aku mengikuti perintahnya di ikuti pengantre di belakangku.
“hhmmm…tambah makin jauh lagi nih dari SPBU”
“ Iya ai, mun kada kaya itu dimapa lagi”
“ kasian jua pang buhannya nang antre badahulu”
“ kada sing garakan ba antre”
“ ayuja! Turuti ha, sabar nang ai “
“ sabar ai kita ni, mun kada sabar pa habis binsinnya”
“ pacang galu pulang buhannya”
“ pasti ai buhannya tumbur!
“ nyata haja ah…mun kada tumbur sing apaan nah!
“ hi eih! Pasti dah!
“ maju! Maju! Eih….”
Tanpa banyak omong mereka yang di depan memajukan roda dua masing-masing, begitu juga dengan mobil-mobil yang antre bareng saat itu…
Kulihat satu mobil butut ikut antre….hmm…kayaknya minicup, ada beberapa orang yang mendorongnya karena tak bisa hidup, mogok kali? Nah ! mereka itu yang jadi bahan pembicaraan pengantre, hehehehe….
“ Tunjul! Tunjul! Kata seorang pengantre, saat di depan kosong.
Mereka pun mendorong minicup itu..
“ ya! Stop!
“ hahahahahahahaha……, gelak tawa sebagian pengantre yang mendengarkan, membuat sebagian yang lain merasa lucu oleh tingkah mereka.
Aku memasuki area SPBU, sedikit demi sedikit bergeser kedepan, tidak terkecuali dengan yang lain mereka melakukan hal yang sama. Hingga sampailah pada giliran ku.
Kubuka jok kemudian tutup tangki lalu mendekatkan motor bututku pada petugas SPBU, dan! Berisilah tangki motorku, ternyata jumlah pembelian dibatasi sebesar Rp.20.000,-/motor.
Hmmmm…tak mengapa, yang penting tangki sudah terisi dan bisa pulang kembali, kulirik jam di SPBU menunjuka pada angka sepuluh dua puluh menit, berarti sudah dua jam lebih lima menit aku mengantre malam ini. Lumayan lama juga tuh….terasa pegal juga kakiku. Rasa senang campur lelah jadi satu setelah berusaha mendapatkan bbm yang makin langka kali ini. Kenapa kelangkaan bbm terus saja terjadi di Indonesia?
Hmmm…satu pertanyaan yang membuatku heran! Padahal Negara kita kan penghasil Minyak terbesar dunia.
Entahlah! Apa boleh buat, itu tanggung jawab pemerintah pada rakyatnya.
Ada baiknya Negara kita meniru gaya jepang dan korea atau singapura, bahwa segala produk luar negeri dilarang masuk Indonesia, tapi produk Indonesia harus bisa keluar negeri. Sehingga kita bisa produksi minyak sendiri dengan tenaga ahli orang orang kita.
Agar kelangkaan bbm di Negara kita tidak terjadi lagi dan sedikit demi sedikit rakyat kita bisa menikmati hasil karya anak bangsa. Maunya sih!....ya kalau itu memang memungkinkan apa salahnya dicoba! Walau dengan perlahan namun pasti….ya kalo!
Uppssss….., kok ngelantur ampe jauh kesana ya! Padahal aku tadi Cuma ngantre BBM di SPBU..ceee….ileh! nyampe kemana-mana, mending pulang dan balik kerumah siapa tahu aja bisa bikin posting kejadian barusan… dan bisa nambah perbendaharaan blog aku…., hmmm…., ada pepatah bilang “ hal yang sulit dihadapi biasanya akan menjadi kenangan manis! Betul atau salah itu hak seseorang yang mengalami hal seperti itu.
Bagiku itu sebagai ingatan saja.

1 komentar:

abiyasa mengatakan...

ayo ngirit bensin yuk ...