Kamis, 31 Januari 2008

Ma_udak saurang

Hari ini aku datang ke toko tempatku bekerja, dengan membawa cpu milik temanku yang tadi malam ku bongkar pasang, sebab temanku itu pengen sekali memindah sistim windowsnya ke harddisk yang lebih besar, tetapi aku tidak mampu lagi melakukannya. Aku sama sekali tidak bisa melakukan untuk masuk ke bios dalam sistim windows itu sebab disana selalu terbaca cd rom failure. Beberapa kali aku ganti-ganti cd rom dan melakukannya hasilnya sama saja selalu failure. Aku nyerah deh! Karena itu memang bukan ke ahlianku.

“Punya siapa Ri?” bos bertanya kepadaku saat aku sampai di toko.

“Punya Ikin!” Jawabku singkat! Karena si bos udah kenal dengan si yang punya cpu

“Yang semalam kah?” Tanya si bos seakan sudah tahu dan hafal betul kepunyaan si Ikin.

“Inggih!” jawabku pendek sambil bosku ketawa ketawa kecil.

Akupun berlalu dengan membawa cpu itu ke ruangan bagian atas. Disana sudah ada teman-teman yang mulai bekerja dengan bidang masing. Aku meletakkan cpu itu dan terdengar aku dipanggil-panggil oleh bos, aku turun melalui tangga memenuhi panggilan itu.

“Siapkan obeng! Kita coba bongkar printer yang besar itu!” perintahnya

“Ya!” jawabku sambil menuju ke lemari dimana alat-alat perlengkapan servis tersimpan disana dan mengambilnya.

“Coba pang! Bongkar bagian yang itu!” perintahnya. Aku langsung memulai aksi.

“Kemarin sudah ku ganti bagian sensor itu, tapi tetap ga mau!” bosku menjelaskan

“Ohh..sudah pian ganti kah?” tanyaku tanda mengerti

“Tau! Apanyakah lagi yang bermasalah!”ucap bosku bingung

“Kada? Boardnya lah yang bermasalah?” tanyaku lagi

“Kada! Aku sudah ganti jua ! sama aja” jawabnya

“Ohh…” aku mengangguk

“Test pang dulu! Hidupkan printernya!”suruhnya

Aku menghidupkan printer itu dengan terlebih dulu mencolokkan kabel listriknya kemudian meng-on-kannya.

Kulihat printer itu jalan sesuai dengan peredaran cartridgenya, tetapi Cuma sampai di ujung saja. Cartridge itu berhenti. Ku periksa di bagian display tertera tulisan ”turn off printer,the carriage cartridge sensor error” lalu printer itu ku matikan.

Beberapa kali aku dan bosku mencari-cari masalah itu dan mencoba dengan cara seperti ini dan itu, tetapi hasilnya tetap saja sama.

Akhirnya bosku memutuskan untuk menghentikan pemeriksaan terhadap printer “Nova Jet” tersebut.

Aku pun mengembalikan bongkaran yang sudah aku lepas ke posisi semula.

“Payah! Sudah! Kita kirim ke Jakarta saja!” katanya sambil berlalu.

Aku pun membereskan sisa-sisa dari kegiatan tadi. Kemudian aku melanjutkan kegiatanku.

Kali ini aku dihadapkan dengan melakukan penggantian drum di cartridge printer laserjet 6L.

Mulailah aksiku. Pertama aku mengambil besi as dari floppy disk yang sudah ku persiapkan(memang khusus aku sediakan untuk itu), dengan besi as tersebut aku menumbuk besi pengunci cartridge yang ada di samping kiri dan kanan. Setelah terbuka, aku melepaskan pengunci drum kiri dan kanan kemudian melepaskan drum itu dan menggantinya dengan yang baru. Lalu mengembalikan seperti semula.

Aku membawa cartridge 6L itu, dimana printernya sudah siap dari tadi. Lalu aku masukkan kemudian menghidupkannya, memasukkan kertas folio dan test print. Kulihat hasilnya kurang memuaskan! Ku coba sekali lagi, sama! Ku periksa cartridgenya, ternyata ada sebagian toner menumpuk di bagian sebelah kanan, wahh!.. aku harus bongkar lagi ini cartridge!

Tulalit…tulalit…tulalit!… terdengar telepon ruangan menyalak! Seorang teman mengangkatnya dan berkata kepadaku.

“Oom! Printer Laser Jet 6L sudah selesaikah? Tanya temanku itu, yang terbiasa panggil aku Om.

“Belum ! masih di kerjakan!” jawabku

“Siang kawa lah?” tanyanya lagi

“Ku usahakan!” jawabku lagi

“Yang punya printer mau ngambil cepat” katanya lagi padaku.

“Tunggu aja! Bentar lagi selesai!” jawabku agak kesal dikit, karena cartridgenya masih belum bagus hasilnya.

Ku coba berulangkali mengganti beberapa perangkat yang vital dan membersihkan dengan tissu selain drum itu, kemudian mencobanya kembali. Hasilnya! Tidak seperti yang aku harapkan, malah tambah parah! Uuuhh!... apalagi yang bisa aku lakukan terhadap cartridge ini.

Aha!...aku teringat ada cartridge 6L dalam gudang. Langsung saja aku mencarinya dan menemukannya, kemudian membongkarnya. Kalau-kalau ada yang bisa aku pakai buat menggantikan bagian penting lainnya pada cartridge tadi. Benar saja! Aku menemukan magnet yang masih bagus! Kupikir ini bisa membantu. Lantas aku memilah bagian-bagian yang masih layak untuk cartridge tadi, kemudian!... beres sudah!..

Aku tersenyum gembira, karena belum lewat jam satu sudah selesai.

Beberapa kali ku coba test print, awalnya memang agak kotor terlihat di kertas! Namun itu tidak jadi masalah lagi sebab hasil selanjutnya sudah bagus.

Ternyata apa yang menyebabkan hasil print itu tidak memuaskan Cuma sepele saja. Bukan drum seperti yang di sangka, bukan magnet yang di duga, tetapi ada kebocoran di bagian tangki toner, dan toner itu sendiri terlalu penuh, sehingga pada saat perputaran drum dan lain-lain terasa sesak dan tumpah. Dan hasil nya akan jelek sekali.

Minggu, 27 Januari 2008

In memorian Pak Harto 1921-2008

Pukul 13.10 wib minggu 27 januari 2008 dalam keadaan tidur di rumah sakit Pertamina Jakarta.

Anak petani itu kini telah tiada.

Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun

Seorang jenderal yang sangat berwibawa pada zamannya.

Seorang pemimpin yang tak terlihat amarahnya. Kata seorang menteri yang menjabat selama sepuluh tahun di era orde baru( Siswono Yudohusodo )

Kini pergi untuk selamanya.

Tak banyak cerita bagiku tentang seorang pak harto, namun banyak rakyat yang sempat meraskan nyamannya pemerintahan yang berjalan pada waktu itu, entahlah bagi rakyat yang lain, aku tidak mengetahui nya.

Mungkin cacian atau makian, bahkan tuntutan menyerang pemerintahanya dari kalangan yang kontra terhadap kepemimpinannya ataupun dari kalangan rakyat yang merasa dirugikan pada pemerintahan pak Harto.

Bagi seorang rakyat yang baik, untuk mengenang beliau ada baiknya kita mendo’akan, semoga almarhum di terima di sisi Allah Swt. Dan bagi seluruh rakyat Indonesia agar mau memasang bendera merah putih setengah tiang saja, sebagai tanda kita turut berduka cita.

Karena tidak mungkin bagi kita sebagai rakyat biasa yang ada di pelosok negeri ini bahkan di luar pulau pergi melawat ke rumah duka hari ini atau besok hari.

pada saat ini banyak dari kalangan pejabat ataupun mantan pejabat yang turut melawat kerumah duka, dan juga siaran dari televisi antara lain : SCTV, RCTI, TVRI, INDOSIAR, LATIVI, TRANS TV, TRAN7, GLOBAL TV DAN TPI tentunya, mengabarkan semua berita duka ini

Kita hanya bisa berdo’a..! sekali lagi “ semoga rakyat Indonesia mengampuni kesalahan dan kekhilafan beliau di masa pemerintahannya “

Selamat jalan Pak Harto!

Kamis, 24 Januari 2008


suatu hari saat mengetik sebuah cerita novel yang bisa bikin aku meneteskan airmata karena ku baca berulang-ulang, pada saat sampai pada kata Baabut Taubah, monitor yang aku pakai langsung padam! Aku bingung harus bagaimana???...

Kulihat cpu masih jalan, ah! Mungkin monitornya bermasalah, aku langsung pencet tombol keyboard ctrl+alt+del yang ku pikir bisa membantu namun tidak ada reaksi, kupencet tombol power yang ada di cpu juga tidak ada reaksi samasekali, aku tambah bingung? Jangan-jangan? Wah …perasaan was-was membayang dibenakku, takut terjadi apa-apa dengan komputerku, rasa penasaran pun menjadi-jadi. Ada apa ini? Apakah ada kaitannya dengan seringnya aku nonton yang kada-kada sehingga bentrok dengan apa yang aku tulis, karena berkaitan dengan taubat dalam novel itu. Mungkin saja! Itulah jawabku dalam hati.

Akhirnya aku putuskan untuk melepas kabel power yang langsung tercolok di aliran listrik. Lalu padaamlah komputerku itu.

Mungkin saja benar apa yang dikatakan suara hatiku hari itu, sebab aku pernah mengalami kejadian yang tidak serupa namun kaitannya?...tidak sama juga!

Petang hari aku disuruh menghidupkan mesin roda dua (vega-R), katanya siap-siap antar barang ke rumah pembeli, aku oke saja dan sudah memulai aksiku, menyiapkan segalanya. Dari angkat monitor, cpu dan aksesories lainnya ke roda dua yang aku siapkan! Dan tentu saja aku minta alamat si penerima barang! Alamatnya .Jl.A.Yani km 21 arah kota Pleihari tepatnya di komplek LIK Liang Anggang (suplai gas) Banjarbaru.

Akupun berangkat dengan syarat bawaan! Dalam perjalanan aku tidak menemukan kendala yang berarti, sehingga perjalananku lancar, sampai di gerbang LIK aku menelpon orang yang aku tuju. Dia memberikan kode jalur yang akan aku tempuh untuk bisa sampai ke lokasi dia berada.

Sampai ditempat tujuan, gerbang dibukakan oleh seseorang dan kutanya “Dimana Bapak(aku lupa nama beliau) yang pesan barang ini” kataku. “Itu ada kantor yang berwarna putih” jawabnya. “Terima kasih jawabku lagi. Langsung saja aku menuju tempat yang dikatakan orang tadi.

Di kantor itu aku dipersilakan masuk dan diminta untuk merakitkan satu paket komputer yang aku bawa. Aku setuju saja karena itu memang sebagian tanggung jawabku sebagai peng-antar barang.

Setelah semua terpasang kemudian ku hidupkan satu persatu apa yang mesti aku hidupkan agar yang punya barang ini bisa mengetahui bahwa barang-barang ini beoperasi dengan baik dan lancar.

Setelah semuanya selesai, aku permisi untuk pulang dengan tidak mematikan komputer itu, karena si penggunanya akan langsung memakainya.

Aku bekerja seperti biasa, tidak ada beban apa-apa.

Aku diajak ikut naik mobil oleh bos si empunya toko, katanya komputer yang aku antar dan rakit kemarin bermasalah dan sering padam setiap satu jam. Dalam hati aku bertanya ada apa ini? Kok bisa ya? Kemarin aku tidak ngapa-ngapain itu komputer, aneh pikirku?

“Kemarin satu jam setelah diantar oleh kamu, komputer itu padam sendiri, padahal komputer itu baru kan?”kata bosku sambil nyetir mobil.

“Ya, padahal aku tidak apa-apain, Cuma pasang doang kemudian menghidupkannya”jawabku pelan. Ada rasa bersalah dalam diri sehingga aku tidak banyak bicara dalam mobil itu.

“Aneh! Jua lah, padahal baru, kok bisa-bisanya kaya gitu” Tanya bosku bingung sambil ketawa. Akupun mengimbangi gerai tawanya.

Tiba ditempat kami disambut mereka dan kulihat komputer itu dalam keadaan padam, mereka bicara soal kejadian yang kemarin menimpa alat itu. Aku mencoba menyalakan komputer itu seperti biasa, komputer itu hidup seperti biasa layaknya. Mereka tambah bingung! Dan mengatakan bahwa komputer itu tidak bisa menyala samasekali.

“Kemarin mas! Tidak bisa menyala! Sudah ku coba beberapa kali, tetap tidak mau” kata yang punya

“Iyalah! Tapi buktinya sekarang bisa dan bisa dipakai lagi”kata bosku lagi meyakinkan!

“Iya mas! Kemarin udah ku cek listriknya tidak apa-apa, normal saja tapi tetap tidak mau nyala” kata si empunya barang.

“Aneh! Ada-ada saja” kata bosku sambil ketawa sedikit gembira. Mungkin karena tidak terjadi apa-apa pada barang yang di jualnya.

“Begini saja! Eee..kita tunggu sampai satu jam lebih, apakah komputer itu akan menyala atau tidak” kata si empunya

“Oke! Oke! Kata bosku lagi.

Sambil menunggu satu jam berlangsung, aku keluar pada kantor itu dan melihat kegiatan-kegiatan kecil dalam gudang gas sebelah kantor. Bosku juga asik ngobrol sama si pembeli dan si empunya.

Lewat satu jam komputer itu tidak ada tanda-tanda akan padam. Kulihat si empunya masih klak-klik sana sini. Artinya komputer itu masih normal seperti biasa.

Dengan demikian kami bisa pulang! Dengan terlebih dulu permisi.

Di hari ketiga ada telepon dari bapak itu yang mengatakan bahwa komputer itu padam lagi, dan atas perintah dari bos seorang senior dari toko kami berangkat memeriksa kembali. Dan menelpon ke toko bahwa komputer itu normal-normal saja. Tidak ada yang perubahan yang berarti, seperti biasa! Enjoy saja!

Hari ke empat bapak itu datang membawa CPU ke toko untuk di cek satu hari penuh di nyalakan. Katanya setelah satu jam senior dari toko pulang, komputer itu bereaksi kembali dan melakukan hal yang sama seperti dulu. Jadi tambah bingung deh kami?

Kami semua bertanya-tanya? Apa sih kendalanya bisa sampai demikian rewelnya?

Dari pagi sampai sore hari komputer itu tidak ada tanda-tanda seperti yang diceritakan bapak itu, normal saja!

Hari ke lima aku dan bosku mengantar CPU tersebut dan mengatakan normal saja sampai seharian penuh di test, tidak terjadi apa-apa.

Rupanya saat itu bosku melihat bahwa bos bapak ini rupanya beda agama, sehingga bosku langsung ke depan komputer itu dan memeriksa, apakah ada sesuatu dalam program computer itu, benar! Disitu ada software Al-Qur’an digital, bosku langsung meng-uninstalnya, “ini masalahnya, sehingga komputer itu tidak mau mau hidup jika di pakai oleh orang yang bukan muslim” kira-kira naluri bosku berkata.

Setelah software itu dibuang dan tidak ada lagi dalam komputer itu, sampai saat ini masalah itu tidak pernah muncul lagi.

“Dulu aku pernah menemui hal seperti itu” kata bosku.

“Iyakah?”jawabku

“Makanya ketika aku melihat ada gambar itu, aku langsung ingat! Jangan-jangan ada software Al-Qur’an digital, langsung aku hapus saja program itu” bosku menjelaskan.

“Jadi kamu harus ingat-ingat itu, jarang sekali orang menemui hal seperti itu” sekali lagi bosku menjelaskan.

Aku langsung saja kaitkan masalah aku dengan kejadian yang menimpa waktu itu, mungkin saja! Gara-gara suka nonton yang kada-kada terus bentrok dengan apa yang aku tulis saat itu. bisa jadi!

Aku penasaran! Aku tahu monitor yang kupakai memang sudah butut, ya wajar lah kalau memang mati, pikirku. Kulepas kabel vga dan power monitor, kutaruh di lantai dengan posisi monitor nungging berlapis keset, satu persatu baut-baut yang menempel ku lepaskan! Ku buka casingnya. Wuih…serem juga ya isi dalamnya, banyak sekali kabel-kabel kecil yang menghubungkan satu sama lain, apalagi kulihat debu-debu hitam bekas terbakar yang menempel disana sini, menambah suasana bagian dalam monitor itu seperti kota mati yang tak terawat.

Kumulai dengan mengambil kuas dan menyapu bagian-bagian yang terkena debu, sedikit demi sedikit kubersihkan, sehingga terlihat nyaman dan enak kalau ku pandang. Kucoba mencolokkan kabel power, kalau-kalau monitor itu mau menyala, sia-sia! Monitor itu tetap tidak menyala. Sampai disini aku belum nyerah!

Monitor itu kubiarkan terbuka selama dua hari, Biar! Biar! Biar kaya apakah jadinya!

Sekarang aku tidak bisa online seperti biasa, karena monitorku tidak bisa dipakai, jelas! Dan itu jelas sekali.

Setiap aku pulang dari kerja, aku selalu lihat bangkai monitorku masih teronggok di lantai,…kacian…deh lho..! aku menyempatkan diri memeriksa apa gerangan yang menyebabkannya, ku telusur satu persatu dari jalur listriknya kira-kira ada yang pecah atau hangus terbakar! Tidak ada sama sekali, heran aku? Kucoba sekali lagi, aku tersenyum ketika melihat ada patrian dari alat-alat itu yang retak, mungkin ini penyebabnya, pikirku saat itu.

Langsung saja aku panaskan solder, kebetulan aku punya dan sedikit pengetahuan tentang solder menyolder. Aku tambah patrian itu agar terlihat kokoh dan tidak retak lagi.

Yang terlihat retak olehku ku patri semua. Agar tiada penyesalan dariku.setelah selesai ku coba menghidupkan monitorku, alhamdulillah menyala! Tapi yang ku harapkan beda, kulihat layar semua merah menyala! Cepat-cepat ku matikan lagi. Wah! Apalagi Ya? Tanyaku bingung sendiri. Aku berhenti sementara, besok aku bisa bertanya sama orang yang lebih ahli dalam masalah monitor pikirku.

Aku tanyakan masalah tersebut dan dia mengatakan kemungkinan besar RGB nya kena dan harus diganti dengan yang baru. Aku sendiri pun bingung apa sih RGB itu? di jawab bahwa RGB(red, green dan blue) itu adalah salah satu alat yang bisa mengatur pencahayaan warna dan mengangkat arus tegangan agar monitor bisa menyala. Aku cuma manggut-manggut tanda mengerti.

Aku hanya bisa menerka-nerka, bisa jadi apa yang dikatakannya benar! Dan kalaupun benar! Wah bisa gawat! Aku mungkin tidak bisa online lagi dirumah? Sempat terbersit dalam pikiranku untuk beli monitor baru, kredit??!..apa mungkin ya? Seperti saya, ahhh…kubuang jauh-jauh pikiran itu, nanti ku periksa sendiri lagi.

Utak atik sana sini, aku tambah kesal saja, kucoba menyalakan kembali, tetap tidak ada tanda-tanda. Hati kecil berkata, “bawa aja ke tukang servis!” apalah daya bagiku, akhirnya ku antar sendiri, kebetulan aku punya teman yang bisa memperbaiki monitor.

Kutitipkan disana, ku katakan masalahnya pada istrinya dan kujelaskan sekali lagi bahwa aku tidak terlalu cepat untuk mengambil dan memakainya.

Selang beberapa hari ada kabar bahwa monitorku tidak bermasalah, artinya monitorku menyala seperti biasa, normal saja! Wah apa pula ya? Pikirku.

Setelah aku ambil dan bawa pulang kerumah, aku langsung coba mencolokkan kabel vga dan powernya ke cpu. Kuhidupkan! Monitor menyala tapi tampilan di layar biru, aku berhenti sampai disitu, aku tidak meneruskannya.besok aku akan tanyakan masalah tersebut.

“Kira-kira apa, jika tampilan dilayar monitor warnanya biru?” tanyaku pada salah satu teknisi waktu itu.

“Bisa vga atau memorinya rusak ka’ai!” jawabnya padaku. Aku terpikir saat itu mau beli vga, kira-kira mahal ga? Kuurungkan niat untuk menanyakan harga vga.

“Eee..adakah memori yang bisa aku pinjam, buat percobaan? Tanyaku

Ada tuh! Bawa aja dulu!” jawabnya.

Aku mengambil memori itu dan menyimpanya dalam saku.

Malam hari, aku bongkar sendiri cpu dirumah, ku coba menekan salah satu memori kemudian menyalakan monitor dan cpu, terdengar bunyi teeet…tteeet…teeet..aku lupa jumlah hitungannya, cepat-cepat ku matikan komputerku. Kulepas memori yang aku tekan tadi, kunyalakan lagi dan! Alhamdulillah komputerku normal lagi. Setelah ku periksa memori itu ternyata Cuma 64mb saja sedang yang satunya 128, jadi ku perkirakan jalannya komputerku tidak seimbang alias bentrok, tapi kenapa monitorku bisa mati ya? Saat itu! wah itu tak penting lagi pikirku yang penting bisa ngetik lagi.

Memori yang aku pinjam tidak sempat aku coba dan sudah ku kembalikan.

Itulah sekelumit kejadian kecil yang menimpa padaku saat itu atau ada kawan-kawan yang pernah mengalami hal yang sama.

Kira-kira menurut aku, janganlah sekali-kali membuka program yang bisa bikin bentrok seperti yang pernah ku alami.

Setelah menghadiri pertemuan komunitas blogger kalsel di rumah saudara Harie Insani Putra.

Disana aku menceritakan kejadian yang menimpa pada blog aku yang kena blokir, aku mencoba menuliskan pengalaman ini, karena jujur saja di dalam blog aku itu banyak copy pastenya daripada tulisanku sendiri. Kemungkinan besar itu salah satu yang menyebabkan blog aku kena blokir alias tidak bisa di buka lagi.

Salam blogger!

Blogger kalsel maju terus!

Banjarbaru, 20 januari 2008

Minggu, 23 Desember 2007

7 tips mudah menuju tujuan hidup


Tidak Perlu Iri Dengan Rekan Anda Yang Sanggup Menyelesaikan Pekerjaan Dengan Lebih Cepat Dan Lebih Baik, Mengapa? Mereka Cukup Jelas Dengan Sasaran Dan Tujuan Hidupnya, Biasanya Orang Ini Jarang Sekali Melenceng Dari Sasaran Yang Di Yakininya.
Semakin Jelas Sasaran Yang Kita Inginkan Maupn Langkah-Langkah Yang Akan Kita Lakukan Untuk Mencapainya, Semakin Mudah Bagi Kita Untuk Mengatasi Godaan Untuk Menunda, Atau Untuk Segera Melaksanakannya Serta Menyelesaikan Dengan Segera.
Sangat Dibutuhkan Tekad Dan Kemauan Yang Keras Untuk Melakukannya. Sulit Pada Tahap Awal Tapi Pada Tahap-Tahap Berikutnya Semuanya Jadi Sebuah Kebiasaan Dalam Diri, Artinya Bila Tidak Melakukan Seperti Yang Biasa Dilakukan, Justru Rasanya Ada Yang Kurang Atau Bahkan Merasa Bersalah.
Berikut Tujuh Langkah Mudah Menetapkan Dan Mencapai Sasaran Yang Kita Inginkan Dalam Kehidupan Itu :
Langkah 1: Putuskan Apa Yang Sungguh-Sungguh Anda Inginkan.
Kita harus menetapkan sasaran yang memang sungguh-sungguh kita inginkan atau kita bisa menetapkan sasaran ini berdasarkan tugas atau tanggung jawab yang dibebankan kepada kita di perusahaan atau tempat kita bekerja, kita harus dapat menetapkan sasaran tersebut dengan jelas dan dapat kita pahami berdasarkan apa yang diharapkan oleh organisasi tempat kita bekerja atau berdasarkan impian-impian pribadi kita sesuai prioritas yang kita tetapkan.

Dalam menetapkan sasaran kita bisa berdiskusi dengan pasangan kita, jika hal itu menyangkut sasaran dalam bidang kehidupan keluarga atau dengan atasan kita jika menyangkut sasaran dalam pekerjaan kita atau bahkan dengan konsultan/akuntan kita jika menyangkut keuangan pribadi.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan: One of the very worst uses of time is to do something very well that need not to be done at all, artinya bahwa penggunaan waktu yang paling buruk adalah melakukan sesuatu dengan sangat baik padahal hal tersebut tidak perlu dilakukan sama sekali. Sedangkan menurut stephen covey: “Before you begin scrambling up the ladder of success, make sure it is leaning against the right building.” –sebelum anda mulai mendaki tangga kesuksesan,anda harus yakin bahwa tangga tersebut bersandar pada tembok yng tepat.

Langkah 2: Tulis Keinginan Anda Tersebut.
Ketika kita menuliskan sasaran kita, berarti kita membuat sasaran tersebut menjadi lebih jelas dan ter-rumuskan dalm bentuk yang terukur.
Kita dapat merasakan bahwa sasaran tersebut nyata dan dapat dicapai, sebaliknya sasaran yang masih belum tertulis adalah semata-mata angan angan atau harapan kosong, tidak ada energinya sama sekali. Sasaran yng tertulis atau terlebih lagi ada foto-foto atau gambar yang mewakilinya mempunyai kekuatan yang luar biasa dalam mempengaruhi bawah sadar kita, sehingga kita memiliki energi dan kekuatan untuk mewujudkannya.

Langkah 3: Tetapkan Batas Waktu Pencapaian Sasaran Tersebut.

Karena sasaran atau ketetapan tanpa batas waktu (deadline) tidak memiliki urgensi sama sekali.
Kita tidak terdorong atau merasa terdesak untuk menyelesaikan atau mencapainya, seperti tidak ada awal dan tidak ada akhir sehngga tidak ada energi sama sekali untuk memulai, menyelesaikan apalagi mencapainya.dengan tidak adanya batas waktu yang ditetapkan maka secara alamiah kita akan terdorong untuk selalu menunda melakukan kegiatan untuk mencapai sasaran tersebut.
Sebaliknya dengan adanya batas waktu maka kita akan menjadi bersemangat seakan kita berlomba dengan diri kita untuk segera menyelesaikannyajauh sebelum batas waktu itu tercapai, sehingga pada gilirannya kita justru mencapai lebih banyak hal disamping sasaran kita sendiri.

Namun harus diingat bahwa menetapkan batas waktu harus realistis, karena sesungguhnya tidak ada sasaran yang tidak realistis, yang ada hanyalah sasaran dengan batas waktu yang tidak realistis, kita bisa menetapkan sasaran sebesar apapun, tapi kuncinya adalah kemampuan kita dalam menetapkan batas waktu yang tepat untuk mencapainya, sehingga kita tidak merasa frustasi ketika batas waktu itu terlampaui. Semakin sering kita melampaui batas waktu kita, maka semakin lemah energi kita untuk menyelesaikan setiap sasaran yang telah kita tetapkan, jadi penting sekali kita untuk dapat menetapkan batas waktu (deadline) sasaran kita dengan tepat.

Langkah 3: Buatlah Daftar Semua Hal Yang Harus Anda Lakukan Untuk mencapai sasaran anda.

Setiap ada gagasan tentang apa yang harus kita lakukan dalam mencapai sasaran harus kita tulis dan kita daftar. Isikan daftar ini sampai kita merasa cukup lengkap untuk memulai melaksanakan kegiatan dalam mencapai sasaran kita.

Sebuah daftar kegiatan memberi kita gambaran tentang besarnya tugas atau sasaran yang hendak kita lakukan tersebut. Daftar tersebut memberi kita jalur untuk berlari (a track to run on), sehingga kita tidak melenceng dari sasaran kita dan dapat meningkatkan peluang bahwa kita akan mencapai sasaran tepat pada waktunya.

Langkah 5: Susunlah daftar sasaran tersebut kedalam sebuah Perencanaan kegiatan

Daftar kegiatan tersebut selanjutnya kita susun berdasarkan urutan kepentingan (prioritas) dan urutan berdasarkan waktunya (urgensinya), luangkan waktu sejenak untuk memikirkan kegiatan mana yang harus dilakukan terlebih dahulu dan mana yang bisa dilakukan kemudian.

Lebih bagus lagi jika kita bisa membuat bagan alur kegiatan mana yang didahulukan dan mana yang terakhir dalam bentuk kotak atau lingkarang berwarna, karena akan mempermudah kita mengingat dan memahaminya, sasaran besar akan menjadi lebih mudah dicapai ketika kita dapat membaginya dalam tahapan kegiatan yang spesifik.

Langkah 6: Laksanakan segera rencana anda tersebut.

Hal yang terpenting dalam perencanaan adalah melaksanakan dengan segera rencana tersebut. Lakukan sesuatu dan lakukan apa saja yang diperlukan untuk mencapai sasaran kita berdasarkan rencana aksi yang telah kita buat.
Ingatlah bahwa perjalanan satu mil selalu dimulai dengan langkah pertama. A mile journey begins with the firdt step. Tidak ada hal-hal besar di dunia ini yang tidak diawali dengan langkah pertama.

Sebuah rencana biasa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh jauh lebih baik daripada rencana yang luar biasa tetapi tidak terlaksanakan dengan baik. Bagi kita untuk mencapai kesuksesan tindakan adalah segala-galanya.

Langkah 7: Bertekad untuk melakukan sesuatu setiap harinya yang dapat Mendorong pencapaian sasaran anda.

Buatlah aktivitas yang telah kita susun menjadi jadwal mingguan dan jadwal harian, baca buku dan tingkatkan pengetahuan kita tentang hal-hal yang berhubungan dengan pencapaian sasaran kita. Telponlah langganan atau prospek anda, ingat kesuksesan kadang kadang jaraknya hanya sebatas mengangkat telepon kita. Your success in only a phone away.

Mulailah melakukan latihan fisik. Bila perlu, anda pun bisa menurunkan berat badan dan mengurangi makanan yang mengandung lemak. Yang terpenting, jangan pernah terlewat satu haripun tanpa melakukan sesuatu yang dapat membawa kita mencapai impian dan sasaran kita. Tapi, terus melaju dan belajar, lakukan sesuatu dan temui seseorang. Sekali kita bergerak dan terus bergerak, kita seakan tidak bisa lagi berhenti sebelum sasaran kita tercapai.

Komputek
Edisi 246 Hal 23.Minggu Ke-II Des 2001

Sapri M Kastan

21 Okt 2007